Membahas Kata PANTEK Di Minangkabau

Apa itu PANTEK?

Apa sih arti “Pantek”?. Kalau ditanya,pasti itu artinya memang lazim dipakai untuk meneriakkan kemarahan atau kekecewaan. Ada juga yang bilang “Pantek” adalah alat kelamin perempuan yang dipakai untuk berkata kotor.

Menurut banyak orang, sesuai rumus yang yang dijabarkan di atas, “Pantek” dalam bahasa Indonesia adalah “Pantat”. Entah pantatnya perempuan atau laki-laki. Dalam rumus, kata yang berakhiran –at akan berubah berakhiran –ek dalam bahasa Minang. Pendeknya, “Pantat” mau tak mau harus bermanuver menjadi “Pantek”.

Ada yang bilang “Pantek” itu kasusnya sama seperti kata “Asu” dalam bahasa Jawa. “Asu” adalah anjing dalam bahasa Jawa. Orang Jawa berteriak “Asu” untuk mengekspresikan kemarahan, bukan karena ingin memanggil anjing.

Ya sama saja , dia menyamakan hal yang membuatnya marah itu dengan anjing (yang memang ditakdirkan untuk menjadi objek penderita). Orang Minang pun menyamakan hal yang membuatnya marah dengan pantat (yang ditakdirkan menjadi bagian tubuh pertama yang merasakan imbas ekskresi manusia). Secara filosofis, tidak ada masalah dengan itu.

Namun mengadopsi dari bahasa Indonesia yang bersumber dari Wikipedia dan KBBI adalah:
pantek/pan·tek/ /panték/ n pasak; paku semat;
memantek/me·man·tek/ v melekatkan (kayu, bambu, dan sebagainya) dengan pantek; memasak;
terpantek/ter·pan·tek/ v 1 terpasak; 2 ki tertancap (tentang pisau; paku, dan sebagainya).

Namun kenapa bisa kata kotor di Minangkabau? Sampai saat ini, belum jelas keberadaannya mengapa sampai kata PANTEK itu dilarang dan mengapa di cap kasar, serta siapa pencetus dan penemunya.

0 Comments