Suara Suporter Karbitan: Saat Pelatih "Anggap Remeh" Pemain Muda

Suara Suporter Karbitan: Saat Pelatih "Anggap Remeh" Pemain Muda

Pemecatan Nil Maizar dari kursi kepelatihan Semen Padang baru-baru ini bukanlah tanpa alasan. Sebagaimana kita ketahui, melihat prestasi Semen Padang yang hampir Tajun ke zona degradasi adalah salah satu alasan pemberhentian itu. 

Namun saat ini Semen Padang di arsiteki oleh Delfi Adri yang notabene-nya juga seorang pelatih Kabau Sirah Mudo dahulu-nya. Diangkatnya Delfi Adri sebagai caretaker juga diharapkan suporter bisa mengangkat posisi Semen Padang dari deretan penghuni "zona merah".

Kembali lagi pada pembahasan tentang pemecatan tadi. Sebagai orang awam akan masalah bola dan apalagi jadi seorang pelatih, saya tidak mengerti apa yang terjadi. Papa Rania bukannya tidak bagus dalam melatih, selama saya mengenali sepakbola Indonesia saya melihat Papa Rania adalah pelatih yang saya kagumi. Saat beliau terjun ke dunia politik, saya rindu akan aksinya di lapangan hijau sebagai seorang pelatih.

Flashback atas kehebatan beliau, Semen Padang mampu berkecimpung di Piala AFC meskipun hanya sampai perempat final pada tahun 2013 silam, dan itu suatu pencapaian terbaik berkat tangan dingin beliau. Namun apa yang terjadi sekarang?

Anjloknya prestasi Semen Padang pada musim ini bukan serta merta pada pemain saja yang "katanya" tidak ada yang tajam, namun penilain itu salah. Pemain Semen Padang saat ini adalah pemain yang hebat-hebat (menurut saya). Namun "mandul-nya" karena pelatih (Uda Nil Miazar) amat jarang memberikan "jam terbang" kepada mereka terutama pemain muda/cadangan. Kenapa? Entahlah!

Semen Padang Degradasi

Absennya Marcel Sacramento 6 laga pada awal kompetisi saat dihukum PSSI saat protes berlebihan pada wasit versus Bhayangkara FC pada pekan 7 silam adalah biang keroknya. Mulai dari insiden itu Semen Padang mulai bermain bak klub liga 2, Marcel Mulai mandul sesudah jalani hukuman tapi tetap dimainkan. Padahal sebelum insiden (hukuman Marcel) tersebut terjadi apa salahnya Marcel dan Tambun Naibaho duetkan. Tapi saat Marcel jalani hukuman, Tambun baru dimainkan dan nyatanya Semen Padang berhasil raih kemanangan dan gol diciptakan Tambun. Ternyata opsi ketidakpercayaan itu salah. Tambun adalah pemain yang berkualitas. 

Pada tahun 2013 lalu saat Semen Padang berlaga pada kompetisi ISL dan pindah ke IPL adalah tim yang paling disegani dibawah tangan dingin Papa Nil. Buktinya antara pemain cadangan dan pemain inti tidak ada bedanya dan memiliki kekuatan yang sama, tanda BINTANG di atas logo Semen Padang buktinya. Namun kini justru sebaliknya. Banyak pemain muda yang dibeli pada putaran ke-2 tapi Elvis Herawan yang saya kenal, itu juga karena pentramental dia yang saya kenal, lalu kemana Ibrahim sanjaya, Achamd Buchori, Mucklis Hadi dan Sayyid? Oke, Fix masalah ini selesai! Mari kita buka lembaran baru.

Saat ini tim Semen Padang di arsiteki oleh Delfi Adri (caretaker ). Delfi Adri adalah mantan pelatih Semen Padang U21. Delfi merupakan mantan pemain depan (penyerang) Semen Padang FC era Galatama, dan dianggap sebagai salah satu legenda Semen Padang di samping Nil Maizar, Wellyansyah, Syafrianto Rusli, dan lainnya. Ia ikut mengantarkan Semen Padang FC menjuarai Piala Galatama setelah mengalahkan Arema Malang di partai final yang diadakan di kota Surabaya pada 27 Juli 1992, di mana ia berhasil mencetak gol kemenangan. Dengan kemenangan itu Semen Padang FC kemudian mewakili Indonesia pada Piala Winners Asia dan sempat melaju hingga babak ke-2.

Tak hanya itu, Delfi Adri juga pernah bawa anak asuhnya menjadi juara Liga Super Indonesia U-21. Gelar itu direbut Semen Padang setelah menang 4-0 atas Sriwijaya FC dalam laga final di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, minggu malam, 19 Oktober 2014. Dari prestasi beliau, saya yakin Uda Delfi mampu maksimalkan pemain muda yang ada di tubuh tim Semen Padang saat ini. Nak ketek se bisa juara, apo lai nan gadang.

Saat ini mari kita Do'akan agar Semen Padang mapu bangkit dari keterpurakan yang sedang dialami. Pelatih baru suasana baru. Dan untuk Papa Nil, semoga sukses di klub baru antinya. Buek bangga Ranah Minang meskipun bukan dengan Semen Padang.
Loading...

0 Response to "Suara Suporter Karbitan: Saat Pelatih "Anggap Remeh" Pemain Muda"

Posting Komentar

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Loading...

Iklan Bawah Artikel

Loading...