Saat Kita Masih Mendengarkan Siaran Langsung Sepakbola Lewat Radio

radio jadul

Tidak bermutu, di zaman yang begitu canggih kali ini kita masih mendengarkan siaran sepakbola melalui radio. Hal ini kembali mengingatkan saya saat tahun 90-an yang suka dengarkan radio dengan agenda serial Nini pelet. Masa itu mungkin wajar, gadget yang sangat terbatas dan radio adalah salah satu alat komunikasi yang bisa didengarkan oleh kita meskipun hanya ada satu dalam setiap kampung yang mempunyai televisi hitam putih.

Namun kini susana sama namun berbeda zaman. Saat zaman makin cangkih, live streaming ada setiap aplikasi samartphone yang begitu menjamur, kita masih disuruh oleh pemegang hak siar liga Indonesia mendengarkan radio. Hal ini mungkin sangat sadis menurut saya. Apa ini kemunduran sepakbola meskipun kemajuannya belum ada mereka lihatkan.

Hal ini sudah beberapa kali saya lihat di negeri ini. Dalam waktu dekat ada juga tim yang disiarkan oleh radio, padahal Youtube ada! apa kemajuan teknologi hanya "memperkosa" kita tanpa bisa dimammfaatkan? atau bisa mungkin modal kurang? Dan saat ini masih sedikit kelompok suporter yang membuat aplikasi streaming via youtube maupun di aplikasi lainnya.

Selama sejarah persepakbolaan Indonesia akhir-akhir ini, musim ini hak siar yang begitu kacau, seperti diketahui GoJek Traveloka disiarkan langsung oleh stasiun TV One dan tidak disiarkan melalui siaran parabola free to air (FTA). Akibat ini, banyak penggemar sepakbola Indonesia yang kecewa.

0 Comments