Ketika Iman Hanya Sebuah "Stempel" Yang Tak Punya Makna

Ketika Iman Hanya Sebuah "Stempel" Yang Tak Punya Makna

iman sebagai stempel

Saat ini, Indonesia memasuki tahap dimana perang opini di media masa dan sosial media menjalar ke masyarakat. Tak peduli fitnah, tak peduli menyakitkan,  tak peduli siapa yang diperalat, tak peduli siapa yang dimanfaatkan, tak peduli Agama sendiri sampai pada sebuah harga diri. Yang penting bisa membuat tertawa, terhasut sampai membenci sebagian orang dan mendapatkan apa yang mereka cari, itu yang utama.

Sekarang ini, yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Siapa yang gencar beropini dan bisa menggiring pendapat dan pikiran, itu yang dapat menguasai rakyat.

Mata pena (yang sekarang digantikan dengan keyboard) lebih tajam dari sebilah pedang!

Kembali ke hati, kalau Agama tak mengajarkan hal itu, maka hindarilah. Sebab itu tak akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan dan orang lain. Itu gunanya iman, namun bagi sebagian orang hanyalah sebuah stempel yang tak punya makna.

Dalam masalah ini, Islam yang mereka jadi sasaran. Agama yang saya anut turun menurun dari nenek moyang saya mereka rusak dan jadikan "tameng" untuk mencapai sebuah ambisi.

Sebenarnya agama itu menjadi penuntun agar umat-NYA mendapatkan keberkahan Tuhan. Jika agama dijadikan ‘alat’ untuk mendapatkan kekuasaan dan Followers dengan mempengaruhi masyarakat seiman, tentu hal ini tidak bisa dibenarkan. Hal ini tidak jauh berbeda, ketika kelompok radikal dan teroris mereduksi agama untuk mendapatkan simpati dari publik. Mereka selalu memaknai serangan teror bom sebagai bagian dari jihad.

Teroris yang meninggal dianggap mati syahid. Berbeda agama atau pandangan dianggap kafir. Label yang salah itu, semuanya terus bermunculan di dunia nyata ataupun dunia maya. Dampak dari semua itu adalah, ujaran kebencian, perkusi terus mewabah ke semua elemen masyarakat. Dari anak-anak, remaja, hingga kalangan dewasa.

Dan satu lagi, ada suatu yang jadi fenomena akhir-akhir ini, yaitu tentang ormas Islam. Banyak yang menganut prinsip kelompok ormas itu Islam, tidak boleh diganggu gugat, yang protes serta pemerintah yang bubarkan dan ada orang yang anti ormas tersebut mereka sebuat "Anti Islam" dan "Kafir". Padahal, Ormas itu bukan Islam dan Islam itu bukan juga ormas. Jadi mohon dicerna dengan bijak.

Pada catatan sebelumnya. saya pernah membahas tentang agama juga dengan judul Just Another Blunder Phobia Yang Menakutkan , disini saya juga membahas tentang media sosial yang selalu "jual" agama dengan embel-embel pembelaan yang sebenarnya "kotor".

Note: Jalani agamamu dikoridor yang telah ditentukan. Jangan anggap semua orang hina sedangkan kita "Najis Mughallazhah". Hormati agama orang lain jika agama kita ingin dihormati juga.

Loading...

0 Response to "Ketika Iman Hanya Sebuah "Stempel" Yang Tak Punya Makna"

Post a Comment

close

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Link Banner

Iklan Bawah Artikel

loading...