Bertandang Ke Serui, Ini Jarak Tempuh Dan Biaya Yang Harus Dikeluarkan Semen Padang FC


Semen Padang akan menjalani pekan ke-15 pada Go-Jek Traveloka liga 1 Indonesia tahun 2017 dengan bertandang ke Serui yang terlaetak di pulau Yapen Papua. Lantas, berapakah biaya dan jarak tempuh yang dibutuhkan sebuah klub untuk bertandang ke Serui ketika dijamu Perserui?

Dalam artikel ini, saya akan mengambil contoh yang terjauh dari Papua adalah tim kebanggan "Urang Awak" yaitu Semen Padang.

Semen Padang jadi contoh klub yang merasakan betapa beratnya medan geografis yang dimiliki Indonesia. Untuk bertandang ke Serui, kota asal Perseru, klub berjulukan tim Kabau Sirah itu harus menempuh kira -kira 5.322 sampai 6.700 kilometer dari Padang.

Transportasi yang digunakan relatif nyaman, yakni pesawat terbang. Tetapi, jangan salah menyangka perjalanan dari Padang ke Serui bakal dicapai dengan gampang, kendati menaiki pesawat terbang.
Tim asuhan pelatih Nilmaizar itu harus naik-turun pesawat dengan transit setidaknya di tiga bandara sebelum sampai ke Serui yaitu Soekarno-Hatta, Cengkareng lalu Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar dan Bandara Frans Kaiseipo, Biak, dengan total waktu tempuh berjam-jam lamanya bahkan hingga berganti hari menyesuaikan jadwal penerbangan.


Ada beberapa opsi rute yang bisa ditempuh Semen Padang untuk menjalani tur tandang ke Serui. Sesuai jadwal yang dirilis PT, LIB, tim Kabau Sirah akan dijamu Perseru di Stadion Marora pada 17 Juli 2017.

Setelah kita menelususri masalah jarak, lantas berapakan biaya yang harus dikluarkan oleh Semen Padang untuk bertandang ke Serui?

Untuk masalah ini, saya akan hitung "manci-mancik " saja ya, mungkin lebih maupun kurang. Dalam masalah biaya yang dikeluarkan "Kabau Sirah" untuk ke Serui serata pulang lagi ke Padang, biaya yang harus dikocek Semen Padang adalah sebesar Rp. 262 juta P/p.

Dalam pekan ini, Garuda Indonesia menjual tiket dari Bandara International Minangkabau-Padang ke bandara Frans Kaisiepo - Biak dengan dua kali transit adalah Rp. 4.435.500, jika dalam rombongan Semen Padang ikut sebanyak 25 orang adalah 25 x 4.435.500= Rp. 110.887.500.

Setelah sampai Biak, punggawa Semen Padang harus naik lagi sebuah pesawat perintis ke Serui, pesawatnya adalah Susi Air. Seperti yang saya telusur dari situs yapenserui.com, ongkos yang perlu dibayar adalah sebesar Rp. 800.000/orang. Tapi jika mulai 1 januari 2017 kemaren Trigana Air sudah membuka rute Biak-Yapen dengan ongkos Rp. 610.000/orang. Dalam perkalian ini, kita ambil saja ongkos yang dipatok Susi Air biar tidak pas-pasan dan takut nyasar (ba balabiah asa han kurang). Totalnya adalah 25 x Rp. 800.000= Rp. 20.000.000. Jika ditambahkan semua adalah: 110.887.500+20.000.000=Rp. 130.888.7500/sekali jalan.

Pada rincian diatas, biaya yang harus dikeluarkan tim sekali jalan adalah Rp. 130.887.500, jika dikalikan 2 untuk balik lagi ke Padang adalah Rp. 261.775.000, itu belum uang makan dan penginapan. Emmm besar juga ya! Jika semua ditotalkan, mungkin ada sekitar Rp. 300 juta lah ya. Karena pemain bola itu tidak bisa "di tulak jo Mie Abuih" dan "teh talua" saja dan tidur di emperan pertokoan untuk irit dalam beberapa hari di Serui-Yapen tersebut.

Dari tenaga dan materi yang harus dikeluarkan klub, wajar saat ini kita mengharagai perjuangan mereka apa pun itu hasilnya.

0 Comments