Engkau "Tulang Rusuk" Ku Dan Aku "Tulang Punggung" Mu


Lelah dan Letih rasanya disaat hati mati akan rasa cinta. Muak rasanya disaat cinta tak memandang lagi dan menyakiti persaan ini. Aku sempat terpikir dan aku sempat bertanya, akankah ada cinta sejati itu? Cinta yang tak melihat fisik, pendidikan, harta, dan tahta? Adakah cinta sejati itu akan singgah di hidup ini?. 

Entahlah! saat itu, hati ini buta akan sebuah jawaban. Perasaan ini mati untuk berpikir dan malafaskan sebuah kata cinta. Tak ingin remuk lagi, tak ingin gagal lagi, tak ingin perhatiannya hanya omong kosong tak berujung, tanpa status lalu lenyap dan menghilang. Walau takdir berkata demikian, mau tak mau semuanya harus aku terima meskipun melalui proses keikhlasan yang panjang. Kenapa tidak, setiap yang hadir hanya sebatas singgah, cinta yang hadir hanya sebuah pelampiasan dan sakit saat sudah menjelma menjadi sebuah kasih sayang. Semuanya hilang disaat sayang menjelma menjadi cinta, semua pergi tanpa menghiraukan dan begitu seterusnya.     

Tapi saat ini, sempat  "Kincir-Kincir" otak ini berputar akan sebuah masa lalu, ternyata semuanya hanya cobaan, dan lemahnya aku, diri ini tak bisa belajar akan sebuah pengalaman hidup terdahulu. Disini salahnya,  tak bisa belajar pada masa lalu dan membiarkan hati dan perasaan ini tersakiti. Mungkin terlalu  "mahal", tapi inilah jalan Tuhan yang selama ini diabaikan. Kita tak bisa melihat hikmahnya, kita bisa pelajari ada apa di balik semuanya. Seolah mata ini telah di butakan akan sebuah kebencian. Seolah hati ini telah diselimuti akan rasa sakit tanpa disadari bahwa disanalah kedewasaan ini timbul tanpa dipelajari. Dari sanalah semuanya kasih sayang yang sebenarnya itu muncul. Gagal mengajarkan arti mencintai yang sesungguhnya!

Mungkin kita pernah dengar istilah "Kalau Tuhan tak akan memberikan kita cobaan diluar kemampuan Kita". Dan Itu benar, mungkin dari kita tersakiti terdahulu, Tuhan menyuruh kita belajar akan sebuah cinta yang tulus, sebelum kita mencintai seseorang yang benar-benar tepat suatu saat nanti. Tuhan mengingatkan kita, betapa mahalnya akan sebuah kesetiaan disaat kita tersakiti dan saat ini, semuanya terbukti.
           
Pada hakikatnya, cinta adalah suatu yang indah untuk dinikmati, cinta itu mengajarkan kita akan cara menyayangi diri sendiri dan orang lain, Cinta itu Love, Cinta itu Lope-Lope, Cinta Itu Cindua Tapai yang mana terasa sejuk di hati bila di rasakan di tengah hari. Cinta itu mampu mengubah kita dari yang biasa menjadi orang yang luar biasa jika diiringi sebuah ketulusan. Dan saat diri ini menemukannya cinta yang tulus dari Tuhan, semuanya jadi tertata untuk menatap sebuah masa depan, diri ini jadi termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Cinta itu tanpa pamrih. Ketika cintamu tak berbalas, diabaikan, tanpa kabar, dan dia menghilang walau segala perjuangan sudah dilakukan, bencilah untuk sesaat kemudian iklaskan. 

Thanks GOD! Engkau telah mengirim dia untuk ku, dan aku pun tak akan pernah tau cara untuk berterima kasih kepada-MU, meskipun dulu engkau memberi rasa sakit yang tak terhingga dengan perantara Dia...Dia...Dia dan Dia, tapi saat ini, aku baru mengerti maksud-MU yang sebenarnya, bahkan engkau membalas rasa sakit terdahulu dengan mengirim dia yang sebenarnya yang Insha Allah kan menjadi Tulang rusukku dan aku kan menjadi tulang punggungnya.....Amin...:)

Dan untuk yang tersayang saat ini, Tuhan telah mengirimmu untukku, dan(buatmu) terima kasih atas cinta tulusnya, Terima Kasih telah mencintaiku apa adanya.

Berharap dirimu lah dermaga aku yang terakhir sebelum aku mengelilingi dunia dalam biduk Rumah tangga yang sakinah Mawaddah wa Rahmah...Aminn....:)     

0 Comments