Bukan Anak Minang yang Lestarikan Lagu Minang, Melainkan Orang Flores, Anak-Anak Minang Kemana?


Dari dahulu saya ingin membuat sebuah catatan ini, tapi selalu terkendala oleh waktu. Dalam catatan kali ini saya akan mengelurkan unek-unek saya tentang tradisi minang yang sudah mulai terkikis oleh zaman yang sudah tidak bisa lagi terbendung, terutama dalam lagu minang. Kenapa saya memilih lagu minang?

Saya orang adalah sesorang yang suka akan lagu Minang. Mungkin ada beberapa faktor.

1. Saya terlahir dari kedua orang tua asli orang Minang.
2. Mungkin saya jauh dari Ranah Minang ( Perantau ).
3. Disukai, Memungkin kan Artis Minang akan muncul setiap saat.

Tapi belakangan ini saya sangat prihatin terhadap anak muda yang kecintaannya berkurang drastis akan lagu Minang. Kenapa saya bilang begitu?

Selama penelusuran saya akan lagu Minang, saya lebih banyak orang luar Minangkabau yang melestarikan lagu Minang. Sebut saja salah satunya orang Flores Nusa Tenggara.

Orang Flores tersebut suka melestarikan lagu Minang, meskipun dengan cara Recycle (cover) ulang dengan musik Remix.  Kebanyakan orang Flores lebih suka akan lagu Minang tahun 90-an, seperti Melati, Nining Maida Dll. Berikut contoh lagunya:



Lagu Kutang barendo, lagu ini dibawakan oleh Melati. Meskipun sebenarnya lagu tersebut diciptakan pada dekade 1970-an, namun berkat andil pemuda Flores ini, lagu ini masih nikmat didengarin meskipun musiknya beda tanpa mengurangi arti dan lirik sesungguhnya. 




Lagu berikut adalah lagu "Baralek gadang". saya sendiri tidak tahu siapa dan kapan lagu ini dirilis. Pernah saya melihat dan mendengar jika lagu ini dinyanyikan oleh Elly Kasim.




Lagu Berikutnya adalah lagu "Kok Indak Kini" yang dibawakan oleh Boy shandi dan Nining.




Lagu selanjutnya adalah "Perahu Cinto". Jujur saja! Saya baru tahu ada lagu Minang judul ini dan saya sendiri tidak tahu siapa penyanyinya. Anda Tahu? dari kreatifitas anak muda Flores inilah saya tahu lagu ini.

Dari beberapa lagu minang diatas, semua dibikin oleh orang Flores Nusa Tenggara Timur dan bukan buatan Anak Minang, Kenapa? karena saking cintanya mereka akan lagu Minang. Lantas, kenapa dia yang melestarikan? Anak Muda Minang kemana?

Hal ini bukan karena tidak bisa membuatnya. Dalam setiap mata kuliah yang mereka ambil, pasti ada salah satunya mereka mengambil jurusan "Musik" dan "Software". Tapi mereka tidak terniat buat membuatnya, mungkin karena malu atau malas dalam membuat lagu Minang. Bisa jadi mereka gengsi bahkan malu.

NOTE: Lestarikan lah lagu daerah sendiri, daripada ada nyesal jika orang lain telah menguasainya dan mengambilnya. Jika anda ingin membuat lagu Minang seperti diatas, silahkan mempelajarinya dengan sebuah sebuah Software BL STUDIO.

0 Comments