Adat Istiadat Minangkabau Yang Perlu Kamu Ketahui


Orang Minang atau yang terbiasa disebut "Orang Padang" memang suka merantau. Sebenarnya dari dahulu yang merantau itu hanyalah dari/bagi laki-laki saja. Jika anda tanya kenapa? Berikutlah saya jabarkan sedikit.

Dari catatan ini, saya memberikan sedikit pengertian kepada anda kenapa laki-laki Minang itu memilih merantau. Tapi mohon maaf jika sedikit banyak jika ada kesalahan tafsiranya. Mungkin dalam hal ini, saya hanya ingin memberikan sedikit pengetahuan kepada anda yang bertanya kenapa, meskipun ini bukan bidang saya.

Kembali lagi kepada masalah hanya laki-laki perantau tadi. Dalam adat Minangkabau ( adat orang padang ), dari dulu telah menganut Matrilineal, Matrilineal adalah dimana menurut garis menurut keturunan ibu. Apa yang dimaksud garis keturunan ibu? Garis keturunan ibu adalah, jika seorang ibu mempunyai sepasang anak yaitu laki-laki dan perempuan, secara adat, suku dari ibu akan turun-temurun kepada anak perumpuan beliau nantinya dan bahkan sampai ke cucu perempuan sang ibu tadi. Misalnya ibu saya suku "Caniago" dan mempunyai anak perempuan, jadi anak perempuan ibu saya akan meneruskan suku Caniago tersebut kepada Anaknya nanti, bahkan sampai ke cicit perempuan nantinya. Lantas, bagaimana dengan anak laki-laki sang ibu tadi?

Dalam hal diatas, anak laki-laki dari sang ibu tadi, juga akan diwariskan suku "Caniago" juga. Namun beda dengan anak perempuan ibu saya tadi, Suku Caniago yang saya punya tadi ( dari Ibu ), hanya sebatas dari saya saja. Dan jika suatu saat saya mempunyai anak, anak saya tidak mempunyai Suku dari saya melainkan hanya dari suku istri saya nantinya.

Adat Menurut garis keturunan ibu (Matrilineal) ini, cuma satu-satunya di Indonesia, dari belahan dunia sementara ini ada di beberapa negara yaitu: Suku Indian di Apache Barat, Suku Khasi di Meghalaya Indian Timur, Suku Nakhi Provinsi Sichuan dan Yunan Tiongkok dan Penduduk asli Amerika Suku Navajo. Tapi Sumatera Barat adalah tempat Matrilineal terbasar di Dunia.

Sebelum malanjutkan bahasan kita, mari kita cari tahu apa itu Minangkabau.

Menurut legenda, Raja Majapahit di Jawa menyatakan perang dengan Minangkabau, namun kerajaan di Sumatera ini mengusulkan adu kerbau daripada perang. Kerbau Minangkabau membunuh kerbau Majapahit dengan tandukan di bagian perut. Namu Minangkabau sendiri disebut-sebut dari Minang yang artinya menang, dan Kabau adalah Kerbau. Dalam sejarah ini, disekolah-sekolah SD di Sumatera Barat menjadi mata pelajaran wajib yaitu Budaya Alam Minang Kabau (BAM).

Asal Matrilineal!

Pada pertengahan Abad 12, Raja Maharajo Dirajo (gelar Adat) yabg mendirikan kerajaan Koto Batu, beliau wafat dengan meninggalkan tiga bayi laki-laki serta tiga istri.

Istri pertama bernama Puti Indo Jalito, kemudian ambil alih kepempinan dan tanggung jawab keluarga yang cikal bakal dari Matrilineal. Dalam struktur yang rumit, harta warisan seperti sawah, rumah dan tanah, diturunkan kepada anak perumpuan. Anak-anak mengambil nama suku dari ibu tadi, dan jika sudah menikah, suaminya sebagai tamu di rumah perempuan tersebut atau orang Minang menyebutnya SUMANDO.

Biar anda tidak bingung tentang harta warisan yang jatuh kepada perempuan tadi. Sedikit saya jabarkan disini.

Kenapa harta warisan jatuh ke perempuan?

Dalam adat Minangkabau, perempuan sangat di muliakan. Dari dulu perempuan itu makluk "lemah". Harta warisan yang jatuh pada mereka diwajibkan untuk anak-anak perempuan mereka nantinya. Dan satu catatan, harta ini tidak boleh dijual. Lantas, bagaimana dengan laki-laki? Mereka dapat apa? Disini laki-laki tidak dapatkan apa-apa, mereka (laki-laki) kuat harus cari sendiri dengan cara merantau dan lain-lainnya, jika nanti dapat harta banyak, mereka akan memberikan kepada anak istrinya kelak. Makanya dari itu laki-laki Minang banyak yang merantau.

0 Comments