Optimis Menang Di Kanjuruhan, Esteban Viscarra: Semen Padang Tidak Banyak Berubah Dalam Kekuatan Dari Dulu


Winger Arema FC Esteban Viscarra mengaku optimis dengan peluang Singo Edan melaju ke final Piala Presiden 2017.
Menurutnya Arema masih punya kesempatan melaju ke final meskipun pada leg pertama tumbang 1-0 di markas Semen Padang.


"Saya kira Arema masih bisa lolos, kita main di kandang pasti banyak Aremania lihat," ujarnya saat ditemui usai latihan Arema FC di Lapangan ASIFA Malang Sabtu (4/3/2017).
Pemain asal Argentina ini menambahkan bahwa Arema memiliki kekuatan dipermainan bola pendek. Apalagi lapangan di Stadion Kanjuruhan cukup bagus sehingga hal tersebut harus dimaksimalkan.
"Kemarin di Padang lapangan kurang bagus untuk main bola pendek, besok di Kanjuruhan harus bisa maksimalkan itu. Karena itu adalah gaya bermain dan kekuatan Arema," tambahnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa Arema harus bisa memaksimalkan peluang yang didapat untuk mencetak gol. Hal tersebut berkaca pada pertandingan leg pertama dimana Arema FC kesulitan mencetak gol meskipun mendapatkan banyak pelauang emas.
"Di Padang kita dapat beberapa kesempatan tapi gagal, di sini kami tidak boleh gagal lagi," tandasnya.

Esteban Viscarra menyebut Semen Padang tak banyak berubah dalam hal kekuatan.
Pemain yang juga pernah menjadi bagian dari Semen Padang ini mengatakan bahwa kekuatan Semen Padang tidak banyak berubah sejak dirinya bermain di klub tersebut maupun saat ini.
"Mereka tetap kuat, sama seperti ketika saya di sana," ucapnya.
Pemain asal Argentina ini menyebut bahwa faktor pelatih yang tak berubah membuat kekuatan Semen Padang tetap harus diwaspadai.

"Pelatih mereka bagus, kita harus hati-hati saat lawan mereka," tambahnya.
Kedua tim akan terlibat bentrok pada leg kedua semifonal Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Minggu (5/3/2017).
Laga tersebut akan menjadi nostalgia bagi Esteban Viscarra mengingat sebelum berkostum Arema FC, Ia merupakan bagian dari skuad Semen Padang. 

Sebelumnya Esteban Viscarra juga pernah mengatakan dirinya juga akan selebrasi jika membobol gawang Semen Padang. 
"Sekarang memang lebih menarik karena kedua tim akan ngotot untuk menang. Saya harus profesional untuk Arema. Tapi secara hubungan personal, saya masih menghormati Semen Padang," katanya.
Menghadapi mantan tim, Vizcarra tetap punya niatan melakukan selebrasi jika nantinya bisa mencetak gol. Padahal, musim lalu pemain 30 tahun ini tidak melakukan selebrasi ketika berhasil membobol gawang Semen Padang dua kali. Saat main di Stadion H. Agus Salim, Padang, dan juga Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Sekarang semifinal. Mungkin atmosfernya berbeda. Saya bisa saja melakukan selebrasi jika berhasil mencetak gol," imbuhnya.
Sebenarnya, Vizcarra masih jadi pemain kesayangan publik Padang. Tetapi, ada juga yang kecewa karena dia memilih bergabung dengan Arema sejak 2015.
"Saya mendapat reaksi berbeda dari suporter. Ada yang suka dan tidak. Dalam sepak bola, hal itu wajar," katanya.
Namun setiap kali seusai pertandingan Arema melawan Semen Padang, Vizcarra selalu menyempatkan diri melepas rindu dengan rekan-rekan lamanya. Dia menghampiri bangku cadangan Semen Padang untuk berpelukan dan berbincang ringan.

0 Comments