PENGALAMAN ADALAH GURU YANG PALING BERHARGA DALAM HIDUP 1


Sebelum nya perkenal kan nama ku RENDY CHANIAGO.lahir SOLOK -13/03/1987.
Terlahir dari keluarga miskin yang sederhana pasangan ayah Ibu ku,


Di kala kita tak ingin terlahir dalam keluarga miskin,mau tak mau,itu harus kita jalani di hidup ini.
dalam hidup ini semua nya berlalu terlalu cepat di saat ayah tercinta pergi untuk selama nya sebelum aku bisa membahagia kan nya,tapi apa daya,semua nya dah takdir Tuhan kuasa,di kala itu aku masih berumur 13 tahun kelas 5 SD,serasa dunia ini berhenti berputar di kala semua ini itu terjadi,tak hayal aku hanya bisa meratapi nasib di saat ekonomi keluarga sedang anjlok dalam kemiskinan..


Setahun berlalu aku tamat SD dengan nilai begitu bagus,karena itu aku di serahkan ibu ku ke rumah paman ku yang hidup nya begitu mapan sbagai anggota DPR di tempat aku lahir,dimana cita-cita nya aku akan di nobatkan sebagi penerus karir paman ku tersebut,aku melanjut kan sekolah ke sebuah SMP di bawah naungan paman ku itu.aku sempat bahagia di kala itu.
waktu berganti dan di iringi bulan,ternyata ke bahagian itu tak berjalan mulus,di samping itu ada yang tak senang ku berada disana{kecemburuan sosial}

Aku di sana di anggap pembantu di saat paman ku berangkat kerja,tak kuat rasa nya ke disana,3 bulan kemudian aku kabur dari rumah nya.semua nya terpaksa aku lakukan karena aku sudah tak sanggup menahan ini semua,setelah aku sampai lagi di rumah ku yang sederhana,aku membicarakan semua nya ke orang tua ku.dan tak lama waktu berselang,aku melanjutkan sekolah ku dari rumah ku ke sekolah ku yang lumayan jauh.tapi demi pendidikan ku,aku jalani dengan senang hati.meskipun kendaraan buat ku sekolah hanya sebuah sepeda BMX butut yang dimana setiap 500 M rantai nya copot.

Setelah aku merasakan susah payah nya untuk menuntut ilmu begitu besar nya,akhir nya cita-cita ku itu untuk sekolah setinggi-tinggi nya kandas setalah Catur Wulan ke 2.dimana kala itu aku tak bisa di bagikan RAPOR oleh kepala sekolah karena aku masih nunggak Rp.25.000,kata nya itu utang baju seragam ku,itu harus di lunasi dulu sebelum aku menerima Rapor tersebut.tapi yang bikin sakit hati ku,mereka membuat air mata ibu berlinang karena mengemis kepada kepala sekolah tersebut supaya rapor ku di kasihkan dan duit yang Rp.25.000 akan di lunasi secepat nya.tapi mang dasar nya ibu kepsek tersebut tak punya hati,mereka mengabaikan air mata dan permohonan ibu ku.

Saat aku melihat nya,aku tak tega,lalu aku mengajak ibu pulang dan bersumpah ga kan menginjakan kaki lagi di sekolah itu lagi sampai kapan pun.setelah semua nya berlalu,aku sempat pengen membantu perekenomian keluarga ku supaya lebih baik,tapi apa daya,di umur ku yang masih kecil dan juga badan kecil,harapan ku untuk membantu perekonomian keluarga sia-sia.

Di satu titik,aku punya niat untuk pergi menjauh dari kampung ku dan berniat untuk pergi merantau jauh entah kemana,tapi mungkin dah jalan nya bak gayung bersambut,ada yang ngajak aku merantau ke bandung,tak lain itu adalah bibi ku sendiri,orang nya sangat kejam dan suka makan jerih payah orang lain yang di perkerjakan.orang tua ku sempat menentang aku ikut dengan dia.tapi aku tetap bersikeras buat ikut dengan nya ke bandung.

Setelah aku berangkat menuju bandung selama 2 hari 2 malam akhir nya aku sampai sudah di Kota Bandung tepat nya di PASAR INDUK CARINGIN BANDUNG.setalah aku melanjutkan bekerja sama dia selama 2 bulan,semua yang aku takutkan itu memang terjadi,aku gak di kasih duit,aku ga di perbolehkan untuk makan paki lauk dan aku di kasih jajan Rp.2000 sehari.....:'(


1,5 Tahun aku jalanin seperti yang aku alami,rasa nya sungguh gak kuat,cita-cita ku untuk menyenangkan orang tua ku tak juga terlaksana.akhir nya aku pindah bekerja kepada teman,awal nya aku tak emikirkan gaji dari teman ku tersebut,cukup makan aja yang terpenuhi aku sudah bersyukur.tapi ternyata,bibi ku tadi tak terima aku bekerja dengan teman ku tersebut.karena dia berkilah kalau aku dia yang bawa ke bandung,tak terima dia kalau aku pergi dengan orang lain.tak hayal aku bimbang mendengar permintaan nya kalau aku harus pulang dulu untuk lepas tanggung jawab aku dari dia karena dai yang telah membawa aku ke bandung,mau tak mau aku harus pulang dulu dan buat melepaskan tanggung jawab ku ma dia dengan modal pulang kampung Rp.150.000.

akhir nya semua itu aku laksanakan,saat aku pulang kampung,aku masih bisa mendapatkan angkos Bus Rp.105.000,sesampai nya di kampung,ibu ku menangis melihat keadaan ku yang itam,dekil dan hidup lagi,di saat aku memutuskan buat balik ke bandung lagi,ibu ku sempat melarang.beliau mimintakan aku untuk bekerja di kampung saja.tapi aku tak mau.aku ingin bersikukuh ingin balik ke bandung lagi meski uang tak punya.tapi untuk memenuhi hasreat aku untuk balik lagi ke bandung,ibu ku sempat menjual anting nya buat ongkos balik aku ke bandung................................:'(

itu yang tak bisa ku lupakan sampai saat ini.....................

2 Comments